Epistemologi Pendidikan Islam dalam Masyarakat Multikultural: Membangun Toleransi Melalui Pendekatan Integral Bayani-Burhani-Irfani
Membangun Toleransi Melalui Pendekatan Integral Bayani-Burhani-Irfani
Kata Kunci:
Islamic Epistemology, Bayani, Burhani, Irfani, Multicultural Education, ToleranceAbstrak
Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pendekatan epistemologi Islam—bayani, burhani, dan irfani—dapat digunakan secara integral dalam merumuskan pendidikan Islam yang toleran dan inklusif dalam konteks masyarakat multikultural tanpa terjebak pada relativisme nilai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, menelaah berbagai sumber literatur klasik dan kontemporer yang membahas epistemologi Islam serta pendidikan multikultural. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pendekatan bayani memberikan landasan normatif melalui teks dan wahyu; burhani mengembangkan nalar kritis berbasis realitas sosial; sementara irfani memperhalus dimensi spiritual dan empati. Ketiganya, jika disinergikan secara metodologis, mampu membentuk kerangka pendidikan Islam yang tidak hanya kokoh secara nilai, tetapi juga terbuka dan dialogis. Integrasi ini juga mampu menghindari ekstremisme epistemologis dan relativisme etis sekaligus. Pendidikan Islam berbasis epistemologi integral ini berpotensi menjadi paradigma baru dalam menghadirkan pendidikan yang transformatif, humanis, dan kontekstual di tengah kemajemukan masyarakat global.

