PENGUATAN TRADISI LARANGAN PESTA JOGET SEBAGAI BENTENG MORAL BERBASIS ASSET-BASED COMMUNITY DEVELOPMENT DI DESA WAIGOIYOFA, KABUPATEN KEPULAUAN SULA
Kata Kunci:
tradisi adat, larangan joget, Asset-Based Community Development, ketahanan moralAbstrak
Kegiatan pengabdian ini mengkaji bagaimana tradisi larangan pesta joget di Desa Waigoiyofa, Kecamatan Sulabesi Timur, Kabupaten Kepulauan Sula, berfungsi sebagai benteng moral bagi warga, dan bagaimana pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) dapat dipakai untuk merawat serta mewariskan nilai tersebut kepada generasi muda. Kegiatan dilaksanakan melalui skema KKLI-BR STAI Babussalam Sula dengan Pemerintah Desa Waigoiyofa sebagai mitra utama pengabdian. Pendekatan yang dipakai adalah participatory action research yang dipadukan dengan pemetaan aset pada lima kategori, yakni aset manusia, sosial, budaya, fisik, dan ekonomi. Data dihimpun melalui wawancara mendalam dengan informan kunci, musyawarah warga, observasi partisipatif, dan kuesioner persepsi yang disebar kepada pemuda. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Waigoiyofa memiliki modal manusia, sosial, dan budaya yang cukup kaya namun belum pernah didokumentasikan dan dimobilisasi secara sistematis. Larangan joget ditopang oleh tiga kluster nilai yang saling berkaitan, yaitu keyakinan moral-keagamaan, kohesi dan keamanan sosial, serta kepercayaan terhadap konsekuensi supranatural bila tradisi dilanggar. Program yang dirancang bersama mitra, antara lain dialog budaya antargenerasi, pembentukan sanggar pemuda Fai Deha, dan penandatanganan kesepakatan kerja sama jangka panjang antara kampus dan desa, memperlihatkan bahwa pendekatan berbasis aset cukup relevan dipakai untuk menjaga ketahanan tradisi tanpa harus menutup ruang bagi aspirasi generasi muda.
Referensi
Bourdieu, P. (1990). The logic of practice (R. Nice, Trans.). Stanford University Press.
Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa
Chambers, R. (1983). Rural development: Putting the last first. Longman.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Giddens, A. (1991). Modernity and self-identity: Self and society in the late modern age. Stanford University Press.
Hermino, A., & Arifin, I. (2020). Contextual character education for students in the senior high school. European Journal of Educational Research, 9(3), 1009–1023. https://doi.org/10.12973/eu-jer.9.3.1009
Kemmis, S., & McTaggart, R. (2005). Participatory action research: Communicative action and the public sphere. Dalam N. K. Denzin & Y. S. Lincoln (Eds.), The SAGE handbook of qualitative research (3rd ed., pp. 559–603). SAGE Publications.
Kretzmann, J. P., & McKnight, J. L. (1993). Building communities from the inside out: A path toward finding and mobilizing a community's assets. ACTA Publications.
Mase, P., W, D., & Pramono, S. (2025). Pendampingan pemberdayaan Desa Biting melalui prinsip Asset-Based Community Development (ABCD) dalam program ‘Nusa Loe’ menuju desa mandiri Manggarai Timur. WISSEN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 3(4). https://doi.org/10.62383/wissen.v3i4.1335
Mathie, A., & Cunningham, G. (2003). From clients to citizens: Asset-based community development as a strategy for community-driven development. Development in Practice, 13(5), 474–486. https://doi.org/10.1080/0961452032000125857
Mathie, A., Cameron, J., & Gibson, K. (2017). Asset-based and citizen-led development: Using a diffracted power lens to analyse the possibilities and challenges. Progress in Development Studies, 17(1), 54–66. https://doi.org/10.1177/1464993416674440
McKnight, J. L., & Kretzmann, J. P. (1996). Mapping community capacity (Rev. ed.). Center for Urban Affairs and Policy Research, Northwestern University.
Pemerintah Desa Waigoiyofa. (2025). Profil Desa Waigoiyofa tahun 2025 [Dokumen tidak diterbitkan]. Pemerintah Desa Waigoiyofa.
Pradanna, S., Abdulkarim, A., Malihah, E., & Hidayat, O. (2023). Actualization of Sakai Sambayan local wisdom values in strengthening citizen engagement in Kedaloman Village, Tanggamus Regency. ARISTO, 11(2). https://doi.org/10.24269/ars.v11i2.6881
Rohtih, W., & Afifuddin, M. (2023). Increasing the competence of village youth communities through the introduction of cultural experience and knowledge in local wisdom. Soeropati: Journal of Community Service, 5(2). https://doi.org/10.35891/js.v5i2.4022
Santi, N., & Nerawati, N. (2024). Analisis nilai pendidikan dalam tradisi mabuug-buugan masyarakat Desa Adat Kedonganan sebagai penerapan ajaran Tri Hita Karana. Metta: Jurnal Ilmu Multidisiplin, 4(2). https://doi.org/10.37329/metta.v4i2.3408
Saripudin, U., Madjakusumah, D., Handri, H., Ihwanudin, N., Nurrachmi, I., Efendi, N., Yuristama, A., & Hoerurohman, A. (2024). Pendampingan dan pemberdayaan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Mekarmukti melalui metode Asset Based Community Development. Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, 2(2). https://doi.org/10.61231/jp2m.v2i2.248
Sugara, H., & Perdana, T. (2021). Nilai moral dan sosial tradisi pamali di Kampung Adat Kuta sebagai pendidikan karakter. Edukasi: Jurnal Pendidikan, 19(1), 1–15. https://doi.org/10.31571/edukasi.v19i1.2331
Suhartini, S., Sekarningrum, B., Sulaeman, M., & Gunawan, W. (2019). Social construction of student behavior through character education based on local wisdom. Journal of Social Studies Education Research, 10(3), 276–291.
Tim PkM KKLI-BR STAI Babussalam Sula. (2026). Transkrip wawancara mendalam tetua adat dan tokoh masyarakat Desa Waigoiyofa [Dokumentasi internal tim PkM, tidak diterbitkan].
Yuwana, S. (2022). Pemberdayaan dan peningkatan kualitas SDM masyarakat dengan menggunakan metode Asset Based Community Development (ABCD) di Desa Pecalongan Kec. Sukosari Bondowoso. Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service), 4(3). https://doi.org/10.36312/sasambo.v4i3.735.
